Kamis, 14 Maret 2013

CERPEN Cintaku Jauh Diraga Dekat Di Jiwa (Inspirasi kata-kata dari pasangan kekasih Yunifa Subekti dan Lutfi Budi Handoyo) Waktu terus berlalu, menyadarkan arti hidup yang penuh liku, detik berganti detik, membuat diri semakin berhati-hati dalam melangkah, saat terang maupun gelap, kau selalu menuntun mata hatiku. Perasaanku merasa tenang saat kau berada disisiku. “Ya Allah, tunjukkanlah masa depan cintaku sesuai yang ku mampu”. “Bismillah pasti bisa!” semangat ku menggebu-gebu dalam menjalani masa depanku. Tak pernah ku hiraukan badan ini terasa lelah. Mata ini terasa mengantuk. Hingga mengapa kepalaku terasa pening. Saat aku mengingat orang yang aku sayang, diri ini hanya bisa memikirkanmu Mas Andi. Ya Allah, berikanlah aku petunjukmu agar cinta ini hanya selalu untuk Mas Andi. Tiba-tiba aganku melayang entah kemana, hembusan angin di pagi hari semakin kencang. Angin itu serasa membawa terbang perasaan kangen ini. Melayang menghampiri perasaan yang aku kangenin. Dengan sembunyi-sembunyi menyelinap masuk ke dalam hati. Hatiku tenang ketika bersamamu. Kau selalu ajarkan aku tentang semua hal yang positif. membimbing aku setiap langkahku. Terima kasih Ya Allah, kau telah mengirimkan dia buat menjagaku. I'm very very happy. Lagi-lagi mata ini tak bisa terpejam jika terdapat pada kegelapan, seakan dunia itu sempit dan menghentikan langkahku, tetapi ketika cahaya hati menuntun jalanku, perlahan terdapat celah akan keindahan dunia, karena sebenarnya mata hati lebih peka dari mata kita, gunakanlah sebaik mungkin dalam jalan yang benar dan penuh keridho'an. Sungguh kata-kata yang pernah ku dengar dari mulut Mas Andi membuatku bisa memahami makna hidup. Meski jarak kita jauh namun Mas Andi selalu memberikanku semangat hidup. Tak jarang pula aku selalu dibuatnya kaget dengan kejutan-kejutan kata-katanya. Mungkin bisa dibilang hubungan cintaku dengan Mas Andi, jauh dari kata kebiasaan saling bertemu dan saling memadu kasih bersama. Namun, cinta yang telah ku jalani selama ini merupakan anugrah terindah dalam hidupku. Aku tak lagi bisa mengungkapkan segala isi hatiku saat aku bertemu dan memandang wajah Mas Andi. “Wahai bintang hatiku. Ku inginkan dirimu sebagai cahaya dalam hatiku. Kau selalu hadir dalam setiap detak jantungku. Demi cinta aku bersamamu. Demi sayang aku merindukanmu. Kau ajarkan ku arti kehidupan dunia. Kasih sayang adalah kunci anugerah cinta kita”. Aku yakin cintaku akan bersemi setiap musim. Tak seperti bintang yang hanya bersinar di malam hari, namun cintaku seperti sungai yang mengalir untuk selamanya. Perasaan cintaku lah yang membuat kehidupanku semakin bermakna. Karena cintaku tak seperti bunga yang berhenti mekar saat musimnya, karena cintaku seperti oksigen yang memberikan kehidupan selamanya. Tiba-tiba suara telepon berdering diatas meja. Suaranya menggeret-geret meja yang kokoh dibawahnya. Saat ku lihat ternyata telepon dari Mas Andi. Aku merasa senang sekali bisa mendengar suaranya. Suara yang selalu membuatku terpana, dan tenggelam dalam keindahan. “Assalamualaikum…Mas gmn kabarnya? “Waalaikum salam”. jawabnya dengan lirih. Setelah berjam-jam aku berbincang, bercanda dan memadu kasih lewat telepon. Aku semakin percaya pada diri sendiri bahwa semua hal adalah mungkin, dengan berbekal kepercayaan hubungan cinta akan jadi indah, dengan pengertian rasa cinta akan semakin sayang. Dan dengan agama cinta kita akan menjadi satu dan semakin berarti. Namun aku selalu tanamkan dalam pikiran bahwa semua impian cinta itu tak akan pernah akan kita hianati. “Oh. Tuhan ku cinta dia. Berikanlah aku hidup. Tak kan ku sakiti dia. Hukum aku bila terjadi. Aku tak mudah untuk mencintai. Aku tak mudah tuk mengatakan aku jatuh cinta”. “Jagalah dia selalu untukku, berikanlah semua yang terbaik buat Mas Andi. Jauhkanlah dia dari godaan-godaan wanita lain”. Tiba-tiba sinar senja mengiringi datangnya petang, mengisyaratkan kecerahan menuju kegelapan, saat malam menyapa pelan mengalun cahaya bintang dan terbersik sinar rembulan nan terang, sepasang keindahan yang terselimut kesunyian, namun seberkas pancaran sinarnya memberikan keriangan akan arti kehidupan, terselip cahaya yang menorehkan cinta abadi antara dua insan. Antara aku dan Mas Andi. Meski cinta kita jauh di raga dekat di jiwa, One Heart For You.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar